Setelah puas mampir ke Kopi Nako Daur Baur Surabaya dan Volks Surabaya, akhirnya sampailah aku di tujuan terakhir dalam perjalanan cafe hopping sendirian di Surabaya Pusat.
Kali ini aku mampir ke Common Grounds Central Surabaya, salah satu cafe & resto yang berada di kawasan Jalan Kombes Pol. Moh. Duryat, Genteng, Surabaya.
Sebenarnya aku sudah cukup lama penasaran dengan tempat ini karena beberapa kali melihat tampilannya di Instagram. Bangunannya punya warna terracotta yang cukup ikonik dan dari luar saja sudah kelihatan menarik untuk difoto.
Tapi ternyata, pengalaman datang ke Common Grounds Central Surabaya sendirian memberikan cerita yang sedikit berbeda dari dua cafe sebelumnya. 😆
Bukan karena tempatnya jelek, justru ambience-nya menarik. Hanya saja, sebagai orang yang datang sendirian, aku sempat dibuat bingung dengan pilihan tempat duduknya.
Jadi, daripada cuma menunjukkan bagian cantiknya saja, kali ini aku mau cerita pengalaman lengkapku saat mampir ke Common Grounds Central Surabaya sebagai pemberhentian terakhir dalam one day cafe hopping-ku di Surabaya.
Cafe Hopping Sendirian di Surabaya Pusat

Hari itu sebenarnya aku memang sengaja melakukan cafe hopping sendirian.
Aku berangkat dari Krian menggunakan commuter line, kemudian turun di Stasiun Gubeng. Dari sana, perjalanan cafe hopping-ku dimulai.
Cafe pertama adalah Kopi Nako Daur Baur Surabaya. Aku mampir pagi-pagi sekali ketika suasananya masih cukup sepi. Justru ini yang aku suka ketika pergi sendirian—bisa duduk santai, menikmati kopi, foto-foto tanpa terburu-buru, bahkan sempat buka tablet untuk mengecek pekerjaan online.
Setelah itu aku lanjut ke Volks Surabaya, yang memang menjadi salah satu alasan utama kenapa aku melakukan perjalanan ini.
Aku datang saat cafe baru buka dan ternyata suasananya nyaman banget untuk duduk sendiri. Ada waktu cukup panjang untuk menikmati makanan, minuman, sekaligus melihat-lihat interiornya.
Nah, Common Grounds Central Surabaya menjadi pemberhentian ketiga sekaligus terakhir.
Saat itu jam pulangku juga sudah semakin dekat karena aku harus kembali ke stasiun untuk naik commuter line sekitar sore hari.
Jadi, waktuku di sini memang tidak selama dua cafe sebelumnya.
First Impression Common Grounds Central Surabaya
Begitu sampai, hal pertama yang langsung menarik perhatian tentu saja bangunannya.
Warna terracotta pada bagian luar membuat Common Grounds Central Surabaya punya karakter yang cukup kuat.
Buat yang suka foto-foto, menurutku bagian eksteriornya memang menarik banget. Bahkan sebelum masuk pun sudah ada beberapa sudut yang rasanya sayang kalau dilewatkan begitu saja.

Bangunannya juga punya kesan yang cukup berbeda dibandingkan coffee shop yang desainnya serba minimalis.
Ada nuansa hangat dan sedikit earthy dari penggunaan warna serta bentuk arsitekturnya.
Makanya tidak heran kalau dari luar saja tempat ini sudah cukup eye-catching.
Bangunan Terracotta yang Jadi Ikon Common Grounds Central
Salah satu bagian yang paling aku suka dari tempat ini justru arsitekturnya.
Warna terracotta yang digunakan pada bagian luar membuat bangunan Common Grounds Central terlihat hangat dan cukup unik.

Kalau datang untuk sekadar foto-foto, menurutku area luar ini sudah punya banyak elemen visual yang menarik.
Ada tangga, lorong, dinding, pintu, sampai permainan cahaya dan bayangan yang bisa menjadi background foto.
Jadi kalau kamu memang suka hunting foto cafe, bagian exterior-nya cukup menarik untuk dieksplor.
Aku sendiri tentu saja tidak melewatkan kesempatan untuk foto juga. 😂
Interior Common Grounds Central Surabaya yang Hangat
Masuk ke dalam, suasananya terasa berbeda dengan bagian luar.
Kalau eksteriornya cukup bold dengan warna terracotta, bagian dalamnya terasa lebih warm dan cozy.

Ada area dengan meja-meja untuk makan atau nongkrong, area bar, serta beberapa sudut yang memberikan kesan cukup nyaman.
Konsepnya juga membuatku merasa bahwa tempat ini bukan sekadar coffee shop kecil untuk ngopi sebentar.
Common Grounds memang lebih terasa seperti cafe & resto, dengan pilihan minuman sekaligus makanan yang cukup serius.
Dan menurutku, ini penting dicatat karena ekspektasi saat datang ke cafe & resto tentu sedikit berbeda dengan ketika datang ke coffee shop yang memang fokusnya hanya kopi.
Common Grounds Central Surabaya Bukan Sekadar Coffee Shop
Dari menu yang tersedia, aku menangkap bahwa konsepnya memang tidak hanya mengandalkan kopi.
Ada pilihan makanan, minuman, dan pastry yang bisa dinikmati sambil nongkrong.

Buatku pribadi, keberadaan pilihan makanan seperti ini cukup menarik karena kita bisa datang bukan hanya untuk minum kopi.
Kalau sedang ingin nongkrong lebih lama, tentu akan lebih nyaman kalau ada pilihan makanan juga.
Tapi untuk pengalaman kali ini, aku tidak terlalu lama berada di sini karena harus mengejar jadwal perjalanan pulang.
Jadi, aku lebih banyak menikmati suasana sambil melihat-lihat tempat.
Suasana Warm & Cozy di Common Grounds
Salah satu hal yang cukup terasa ketika berada di dalam adalah suasananya yang warm.

Ada kesan cozy dari interior dan pencahayaan di dalamnya.
Beberapa orang mungkin datang untuk nongkrong, ngobrol, makan, minum kopi, atau bahkan bekerja menggunakan laptop.
Tapi tentu saja suasana cafe bisa berubah tergantung jam dan kondisi pengunjung.
Saat aku datang, pengalamanku sendiri lebih banyak fokus pada menikmati tempat dan mencari posisi duduk yang nyaman.
Dan justru di bagian seating inilah pengalamanku sedikit berbeda.
Datang Sendirian ke Common Grounds Central Surabaya, Nyaman Nggak?
Nah, ini bagian yang menurutku penting untuk diceritakan.
Karena aku datang sendirian.
Setelah dua cafe sebelumnya aku cukup mudah menemukan tempat duduk yang nyaman untuk satu orang, di Common Grounds Central Surabaya aku justru sempat bingung mencari tempat yang menurutku pas.

Pada akhirnya aku duduk di area smoking.
Sebenarnya bukan berarti tempatnya tidak nyaman sama sekali.
Hanya saja, karena aku tidak merokok dan datang sendirian, area tersebut bukan pilihan yang paling ideal buatku.
Aku juga sempat merasa bahwa beberapa konfigurasi tempat duduk di sini memang lebih terasa cocok untuk orang yang datang berdua atau bersama teman.
Jadi kalau pertanyaannya:
“Apakah bisa datang sendirian ke Common Grounds Central Surabaya?”
Jawabannya tentu saja bisa.
Tapi kalau berdasarkan pengalaman pribadiku, aku merasa tempat ini akan lebih nyaman kalau datang bersama teman atau pasangan, terutama kalau ingin memilih seating yang sesuai dengan kebutuhan.
Dan menurutku, pengalaman seperti ini justru perlu ditulis dalam sebuah review.
Karena sebuah cafe bisa saja mendapatkan banyak review positif dari orang lain, tetapi pengalaman setiap pengunjung tentu bisa berbeda.
Ada Smoking Area Indoor
Salah satu fasilitas yang aku temukan saat berkunjung adalah area smoking indoor.

Buat perokok, keberadaan area seperti ini tentu bisa menjadi nilai tambah karena tetap bisa menikmati suasana cafe tanpa harus selalu berada di luar.
Tapi buat aku yang datang sendirian dan tidak merokok, akhirnya area ini bukan tempat yang paling nyaman untuk berlama-lama.
Ini juga alasan kenapa aku tidak ingin mengatakan bahwa Common Grounds Central Surabaya pasti cocok untuk semua solo traveler.
Lebih baik aku ceritakan apa yang benar-benar aku alami saat berkunjung.
Indoor Area Common Grounds Central Surabaya
Kalau soal visual, interiornya tetap menarik.

Ada beberapa area duduk dengan layout yang berbeda-beda.
Konsepnya terasa lebih seperti tempat makan sekaligus tempat nongkrong dibandingkan coffee shop kecil yang hanya punya beberapa meja.
Dan menurutku ini masuk akal karena Common Grounds memang membawa konsep coffee shop yang dilengkapi dengan makanan dan all-day dining.
Kalau datang bersama pasangan atau teman, suasananya menurutku lebih terasa pas untuk ngobrol sambil makan atau menikmati kopi.
Spot Foto di Common Grounds Central Surabaya
Selain makanan dan kopi, salah satu alasan aku cukup menikmati kunjungan ke sini adalah karena banyak elemen bangunannya yang fotogenik.

Mulai dari bagian depan, tangga, lorong, sampai beberapa detail arsitekturnya.
Buat kamu yang suka membuat konten cafe, menurutku tempat ini cukup banyak memberikan pilihan background.
Aku sendiri tentu saja memanfaatkan kesempatan ini untuk foto. 😆
[FOTO 10 – Kamu di depan bangunan]
Dan karena ini adalah pemberhentian terakhir dalam cafe hopping-ku, rasanya seperti penutup yang cukup pas sebelum akhirnya kembali ke stasiun.
Lokasi Common Grounds Central Surabaya
Buat kamu yang sedang mencari cafe di Jalan Duryat Surabaya, lokasi Common Grounds berada di kawasan Genteng, Surabaya Pusat.
Alamatnya:
Common Grounds – Central
Jl. Kombes Pol. Moh. Duryat No.7 B
Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng
Surabaya, Jawa Timur
Lokasinya cukup strategis karena berada di area Surabaya Pusat.
Kalau kamu sedang jalan-jalan di sekitar pusat kota Surabaya dan ingin mencari tempat untuk makan sekaligus ngopi, Common Grounds Central Surabaya bisa menjadi salah satu opsi yang bisa kamu masukkan ke itinerary.
Untuk jam operasional, sebaiknya cek informasi terbaru sebelum datang karena jam buka di beberapa platform dapat berubah.
Common Grounds Central Surabaya vs Cafe Sebelumnya
Kalau dibandingkan dengan dua cafe sebelumnya dalam perjalanan cafe hopping-ku, ketiganya punya karakter yang cukup berbeda.
Kopi Nako Daur Baur Surabaya terasa lebih santai untuk menikmati waktu sendiri di pagi hari.
Kemudian Volks Surabaya memberikan pengalaman yang lebih homey dan menurutku lebih mudah untuk duduk sendiri.
Sementara Common Grounds Central Surabaya terasa lebih seperti cafe & resto dengan bangunan yang punya karakter kuat.
Jadi sebenarnya ketiganya tidak bisa dibandingkan secara langsung karena konsep dan pengalamannya berbeda.
Dan justru itu yang membuat perjalanan cafe hopping ini menyenangkan.
Satu hari, tiga cafe, tiga pengalaman berbeda.
Apakah Common Grounds Central Surabaya Cocok untuk WFC?
Kalau melihat beberapa pengalaman pengunjung lain, Common Grounds memang digunakan untuk bekerja menggunakan laptop atau WFC.
Tapi aku sendiri tidak ingin menjadikan “cocok untuk WFC” sebagai kesimpulan utama dari artikel ini.
Kenapa?
Karena saat aku datang sendirian, aku justru sempat mengalami kesulitan memilih tempat duduk yang menurutku nyaman untuk duduk sendiri.
Jadi kalau kamu memang berniat datang untuk WFC, menurutku ada baiknya memilih waktu yang lebih sepi dan mengecek kondisi tempat terlebih dahulu.
Pengalaman WFC seseorang tentu bisa berbeda tergantung waktu datang, tingkat keramaian, serta area duduk yang tersedia.
Jadi, Apakah Aku Akan Kembali ke Common Grounds?
Kalau ditanya apakah aku akan kembali?
Mungkin iya, tapi kemungkinan besar tidak sendirian. 😂
Bukan karena Common Grounds Central Surabaya jelek.
Justru aku suka dengan bangunannya, interiornya, pilihan makanan dan minumannya, serta karakter tempatnya yang cukup berbeda.
Hanya saja, dari pengalaman pribadi saat datang sendirian, aku merasa tempat ini akan lebih cocok dengan gaya jalan-jalanku kalau datang bersama suami atau teman.
Dan menurutku tidak masalah mengatakan seperti itu.
Karena sebuah review tidak harus selalu berakhir dengan:
“Tempat ini recommended banget!”
Kadang justru pengalaman personal seperti “aku suka tempatnya, tapi kalau datang lagi mungkin aku nggak akan sendirian” jauh lebih membantu orang lain dalam menentukan apakah tempat tersebut sesuai dengan gaya mereka.
One Fine Day Cafe Hopping di Surabaya Pusat
Setelah dari Common Grounds Central Surabaya, selesai sudah perjalanan cafe hopping-ku hari itu.
Dari pagi berangkat dari Krian, naik commuter line sendirian, duduk di Stasiun Gubeng, kemudian mencari cafe satu per satu sampai akhirnya kembali lagi ke stasiun untuk pulang.
Lucunya, tujuan awalnya memang cuma ingin cafe hopping.
Tapi ternyata perjalanan ini jadi semacam me-time kecil buatku.
Dulu sebelum menikah, pergi sendirian bukan sesuatu yang aneh buatku. Aku sudah terbiasa pergi sendiri karena memang pernah merantau dan tidak selalu bisa bergantung pada orang lain.
Setelah menikah, tentu saja aku jadi lebih terbiasa pergi bersama suami atau teman.
Makanya, perjalanan satu hari sendirian seperti ini terasa sedikit berbeda.
Bukan karena aku sedang ingin menjauh dari siapa-siapa.
Justru aku cuma ingin menikmati satu hari dengan ritmeku sendiri.
Mau berhenti di cafe mana, mau duduk berapa lama, mau foto berapa kali, semuanya terserah aku. 😂
Dan ternyata menyenangkan juga.
Common Grounds Central Surabaya menjadi penutup dari perjalanan cafe hopping-ku hari itu.
Bukan cafe yang paling sempurna untukku sebagai solo traveler, tetapi tetap menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan kecil ini.
Karena pada akhirnya, cafe hopping bukan cuma soal berapa banyak cafe yang berhasil kita datangi.
Kadang, yang lebih penting adalah punya waktu untuk menikmati perjalanan dengan cara kita sendiri. ☕✨












