Ada satu restoran di Surabaya yang sebenarnya sudah masuk daftar kuliner yang ingin kami coba sejak awal buka.
Namanya Ayam Rajawani Surabaya.
Tapi lucunya, kunjungan pertama kami justru berakhir dengan… nggak jadi makan. 😂
Waktu itu aku dan suami baru pulang dari Mall Ciputra Surabaya. Karena kebetulan sedang berada di area Surabaya Barat, kami sekalian ingin mampir mencoba Ayam Rajawani yang waktu itu masih tergolong baru.
Kalau kamu sedang mencari kuliner Surabaya terbaru, nama Ayam Rajawani mungkin sudah beberapa kali muncul di media sosial atau rekomendasi kuliner.
Kami sendiri awalnya penasaran karena konsepnya membawa ayam dengan bumbu rempah. Sebagai penggemar ayam goreng Surabaya, tentu saja kami ingin mencoba langsung.
Info Ayam Rajawani Surabaya

| Informasi | Detail |
| Nama | Ayam Rajawani |
| Alamat | Jl. Mayjen Sungkono No. 206–208, Surabaya |
| Area | Surabaya Barat / Bundaran Satelit |
| Jam buka | Sekitar 11.00–21.30 |
Lokasinya berada di kawasan Mayjen Sungkono, sehingga restoran ini cukup mudah dimasukkan ke itinerary kalau kamu sedang menjelajahi area kuliner Surabaya Barat.
Dalam bayangan kami waktu itu:
“Paling tinggal datang, pesan, makan, terus pulang.”
Ternyata kenyataannya berbeda.
Begitu sampai, restoran sedang ramai banget.
Orang-orang memenuhi area restoran dan waiting list-nya sudah cukup panjang.
Kami lihat-lihat sebentar, lalu akhirnya saling pandang.
“Lain kali aja kali ya?” 😂
Dan benar saja, kami akhirnya pulang tanpa mencicipi Ayam Rajawani.
Tapi sejak saat itu malah jadi penasaran.
Kesempatan Kedua ke Ayam Rajawani Surabaya

Beberapa waktu kemudian, kami kembali punya kesempatan untuk kulineran di Surabaya.
Dan kali ini aku sudah punya strategi.
Harus datang sebelum restoran buka.
Ayam Rajawani tercatat beroperasi mulai sekitar pukul 11.00, jadi aku sengaja mengatur waktu supaya bisa datang mendekati jam buka.
Bukan apa-apa…
Aku cuma trauma lihat waiting list kunjungan pertama. 😂
Daripada sudah jauh-jauh datang lalu harus menunggu lama, mending datang lebih awal.
Dan ternyata keputusan ini cukup menyenangkan.
Saat kami datang, suasananya jauh lebih nyaman untuk menikmati restoran tanpa harus berhadapan dengan antrean panjang seperti kunjungan pertama.
Akhirnya…
misi Ayam Rajawani berhasil juga! 🍗
Suasana di Ayam Rajawani Surabaya

Dari foto yang kami ambil saat berkunjung, terlihat restoran memiliki area makan yang cukup luas dengan banyak meja dan kursi.
Nuansanya casual dan terasa cocok untuk berbagai jenis kunjungan.
Mau datang berdua seperti kami, datang bersama teman, atau makan bersama keluarga juga terasa cocok.
Yang menarik, kalau melihat suasananya ketika mulai ramai, memang cukup mudah memahami kenapa saat kunjungan pertama kami waiting list-nya sudah panjang.
Menurutku, suasana seperti ini juga membuat Ayam Rajawani cukup menarik sebagai salah satu tempat makan Surabaya untuk dikunjungi bersama keluarga atau teman.
Ayam Rajawani sendiri termasuk restoran yang cukup baru di Surabaya. Konsep yang mereka bawa juga cukup jelas: ayam dengan karakter rempah Indonesia.
Jadi memang bukan sekadar ayam goreng biasa.
Menu Ayam Rajawani Surabaya yang Kami Coba
Setelah akhirnya berhasil mendapatkan tempat duduk tanpa harus masuk waiting list panjang, saatnya bagian yang paling ditunggu-tunggu:
makan! 😂
Karena datang berdua, aku dan suami memutuskan untuk mencoba beberapa menu sekaligus.
Jadi bukan cuma ayamnya yang kami pesan, tapi juga beberapa lauk, sayuran, sambal, minuman, sampai dessert.
Meja kami pun akhirnya penuh. 😆
Dan menurutku justru begini serunya makan di tempat seperti Ayam Rajawani.
Kita bisa pesan beberapa menu untuk dicoba bersama, lalu tinggal saling icip.
Buat kamu yang penasaran dengan menu Ayam Rajawani Surabaya, ini beberapa menu yang kami coba.
Ayam Goreng Rempah & Ayam Goreng Bawang Putih
Tentu saja, pemeran utamanya adalah ayam gorengnya.
Begitu datang, hal pertama yang menarik perhatian adalah bumbu rempahnya yang cukup melimpah di atas ayam.
Dari tampilannya saja sudah kelihatan kalau ini bukan tipe ayam goreng yang mengandalkan rasa gurih dari tepung saja.
Bumbunya justru jadi salah satu bagian yang paling menonjol.
Aku suka bagian bumbu rempah yang menempel di ayam dan bercampur dengan nasi.
Apalagi kalau ditambah sambal, rasanya jadi semakin ramai.
Ayamnya sendiri menurutku punya tekstur yang cukup lembut dan mudah dimakan.
Jadi walaupun tampilannya terlihat penuh dengan rempah, makannya tetap nyaman.
Kalau kamu sedang mencari ayam goreng rempah Surabaya dan suka ayam dengan rasa gurih serta aroma rempah yang terasa, menu utama Ayam Rajawani ini memang menarik untuk dicoba.
Lauk Pendamping yang Kami Pesan

Nah, ternyata makan ayam di sini nggak harus berhenti di ayam saja.
Kami juga mencoba beberapa lauk dan sayuran pendamping.
Salah satunya adalah selada air goreng.
Awalnya aku juga cukup penasaran dengan menu ini karena biasanya selada air ya dimakan sebagai sayuran biasa.
Di sini justru digoreng.
Hasilnya jadi punya tekstur yang berbeda dan bisa dimakan bersama ayam, nasi, maupun sambal.
Kami juga mencoba kol goreng.
Kalau kamu penggemar kol goreng, pasti tahu sendiri kenapa lauk sederhana seperti ini sering jadi favorit ketika makan ayam. 😆
Aroma dan rasa gurih dari kol goreng membuatnya cocok banget disandingkan dengan ayam dan nasi hangat.
Menurutku, lauk pendamping seperti ini justru membuat pengalaman mencoba menu Ayam Rajawani Surabaya jadi lebih seru karena kita nggak hanya fokus pada ayamnya.
Sambal Ijo & Sambal Korek 🌶️
Nah, ini jangan sampai dilewatkan.
Di meja kami juga ada sambal ijo dan sambal korek.
Buat aku pribadi, ayam goreng tanpa sambal rasanya seperti ada bagian yang hilang. 😂
Apalagi ketika makan ayam dengan bumbu rempah yang gurih, tambahan sambal membuat rasanya terasa lebih lengkap.
Kalau kamu termasuk tim:
“Yang penting ada sambal.”
Kemungkinan besar bagian ini bakal menjadi salah satu yang kamu cari juga.
Dan karena kami makan berdua, sambalnya jadi bisa dicoba bergantian bersama lauk lainnya.
Lalapan
Selain lauk yang digoreng, kami juga memesan lalapan sebagai pendamping.
Ini menurutku justru penting karena setelah makan ayam, gorengan, dan sambal, keberadaan sayuran segar membuat satu piring terasa lebih seimbang.
Apalagi kalau semua dicampur dengan nasi hangat, ayam, bumbu rempah, dan sambal.
Wah, nasi bisa nambah lagi. 😂
Pisang Goreng untuk Teman Ngemil
Selain menu utama, kami juga mencoba pisang goreng.
Pisang goreng ini cocok banget dijadikan menu sharing sambil ngobrol.
Teksturnya renyah di luar dengan bagian dalam yang lembut.
Dan karena porsinya bisa dimakan bersama, menurutku ini lebih cocok kalau kamu datang bersama pasangan atau keluarga dan ingin menambahkan camilan di meja.
Kalau sudah ada ayam, sayur, sambal, kemudian ditambah pisang goreng…
ya sudah, lengkap. 😂
Minumnya: Es Teh & Es Jeruk
Untuk minuman, kami pesan es teh dan es jeruk.
Dua minuman yang sebenarnya sederhana, tapi menurutku justru paling cocok menemani makanan yang berbumbu dan gurih seperti ini.
Apalagi kalau datang siang hari ke Surabaya.
Es teh dingin setelah makan ayam dan sambal? Tidak pernah salah. 😂
Es Puter sebagai Penutup 🍨
Dan setelah puas dengan ayam, lauk, sambal, sayuran, sampai pisang goreng…
Kami menutup makan dengan es puter.
Menurutku es puter menjadi penutup yang pas setelah makanan yang cukup gurih dan berbumbu.
Dingin, manis, dan teksturnya lembut.
Aku justru suka dessert seperti ini karena nggak terasa terlalu berat setelah makan.
Jadi kalau kamu datang ke Ayam Rajawani dan masih punya ruang sedikit untuk dessert…
boleh banget kasih kesempatan buat es puternya. 🤭
Review Ayam Rajawani Surabaya: Bagaimana Menurut Kami?

Setelah akhirnya berhasil mencoba, menurutku daya tarik Ayam Rajawani ada pada kombinasi ayam berbumbu rempah dengan banyak pilihan pendamping.
Jadi pengalaman makannya terasa lebih seperti makan ayam bersama-sama dengan berbagai lauk, bukan sekadar memesan satu porsi ayam lalu selesai.
Dari review Ayam Rajawani Surabaya versi kami, yang paling aku suka adalah fleksibilitasnya.
Mau makan ayam dengan bumbu rempah dan sambal?
Bisa.
Mau tambah selada air goreng atau kol goreng?
Bisa.
Mau ada lalapan supaya lebih segar?
Ada.
Mau ngemil pisang goreng?
Bisa juga.
Dan setelah itu masih ditutup dengan es puter. 😂
Buat kami yang datang berdua, konsep seperti ini cukup menyenangkan karena bisa pesan beberapa menu lalu sharing dan saling coba.
Jadi kalau kamu sedang mencari pengalaman kuliner Surabaya Barat yang bisa dinikmati santai bersama pasangan atau keluarga, Ayam Rajawani bisa masuk dalam daftar tempat yang ingin kamu coba.
Yang Paling Berkesan Justru Bukan Cuma Makanannya

Kalau ditanya apa yang paling aku ingat dari Ayam Rajawani, ternyata bukan hanya rasa makanannya.
Tapi justru cerita sebelum kami berhasil makan di sini.
Kunjungan pertama kami sebenarnya cukup spontan.
Waktu itu aku dan suami pulang dari Mall Ciputra, lalu kepikiran:
“Mampir Ayam Rajawani yuk.”
Sampai di sana…
Ramai banget.
Waiting list-nya panjang.
Akhirnya kami cuma bisa melihat-lihat sebentar lalu memutuskan untuk pulang.
Saat itu aku sempat berpikir,
“Oke, berarti memang belum waktunya.” 😂
Sampai akhirnya kami punya kesempatan lagi ke Surabaya.
Dan kali ini aku nggak mau mengulang kejadian yang sama.
Aku sengaja datang sebelum jam buka, sekitar pukul 11.00, supaya bisa langsung masuk tanpa harus menghadapi antrean panjang.
Dan akhirnya…
berhasil juga! 😂🍗
Bisa duduk, pesan makanan, foto-foto, lalu menikmati makan siang dengan santai.
Ayam Rajawani Surabaya Cocok untuk Siapa?
Menurut pengalaman kami, Ayam Rajawani bisa jadi pilihan untuk:
🍗 Pecinta ayam goreng
Terutama yang suka ayam dengan bumbu rempah dan rasa gurih.
🌶️ Pecinta sambal
Karena makan ayam rasanya memang lebih seru kalau ditemani sambal.
👨👩👧👦 Makan bersama keluarga
Pilihan lauk dan pendamping membuat konsep sharing cukup menarik.
👫 Couple atau teman
Seperti kami, datang berdua pun tetap bisa pesan beberapa menu dan saling icip.
📸 Food hunter
Kalau kamu suka foto makanan, plating dan suasana restoran cukup menarik untuk diabadikan.
Tips Makan di Ayam Rajawani Surabaya
Kalau kamu berencana mencoba Ayam Rajawani Mayjen Sungkono, ini beberapa tips dari pengalaman kami.
1. Datang mendekati jam buka
Ini yang paling aku rekomendasikan kalau kamu tidak suka antre.
Kami sendiri sengaja datang sebelum restoran buka setelah pengalaman pertama melihat waiting list yang cukup panjang.
2. Kalau datang berdua, coba sharing
Jangan buru-buru pesan satu menu besar masing-masing.
Kalau memungkinkan, lebih seru mencoba beberapa lauk dan pendamping lalu sharing.
Dengan begitu kamu juga bisa mencicipi lebih banyak menu Ayam Rajawani Surabaya dalam satu kunjungan.
3. Jangan lupa pesan es puter
Setidaknya buat kami, es puter cukup menyenangkan sebagai penutup makan.
4. Siapkan waktu kalau datang saat jam ramai
Kalau kamu datang pada jam makan, terutama ketika restoran sedang ramai, ada baiknya siapkan waktu lebih karena pengalaman antre setiap hari tentu bisa berbeda.
Jadi, Bagaimana Review Ayam Rajawani dari Kami?
Kalau harus dirangkum, pengalaman kami di Ayam Rajawani bukan cuma tentang ayam gorengnya.
Ada cerita kecil di baliknya.
Kami pernah datang saat baru buka dan malah pulang karena waiting list panjang.
Beberapa waktu kemudian kami kembali ke Surabaya dan aku sudah belajar dari pengalaman pertama:
datang lebih awal. 😂
Akhirnya kami bisa duduk santai, pesan beberapa menu, foto-foto makanan, mencoba ayam dengan bumbu rempah, menikmati lauk pendamping, lalu menutup makan dengan es puter.
Dan entah kenapa, justru cerita kecil seperti ini yang menurutku membuat pengalaman kuliner jadi lebih memorable.
Karena kadang yang kita ingat dari sebuah restoran bukan cuma:
“Ayamnya enak.”
Tapi juga:
“Oh iya, dulu kita pernah ke sini tapi nggak jadi makan karena antreannya panjang.”
Lalu akhirnya bisa kembali dan berkata:
“Nah, sekarang akhirnya kesampaian!” 🤭🍗
Buat kamu yang sedang mencari Ayam Rajawani Surabaya, ingin mencoba ayam goreng rempah Surabaya, atau sedang menyusun daftar kuliner Surabaya terbaru, tempat ini bisa kamu masukkan ke itinerary kuliner.
Lokasinya yang berada di kawasan Mayjen Sungkono juga membuatnya cukup menarik untuk kamu yang sedang menjelajahi kuliner Surabaya Barat.
Dan kalau tidak mau mengulang drama kami di kunjungan pertama…
datang lebih awal aja. 😂


















