Cafe hopping di Surabaya Pusat dan sendirian truly never on my bingo list. Apalagi naik kereta dari rumah (Sidoarjo). haha
Pergi sendirian sebenernya jadi hal biasa buatku sebelum menikah dulu. Karena emang anak perantau ya jadi nggak mau ngandelin siapapun.

Tapi sejak menikah kok jadi beda ya, kebiasaan selalu ditemenin suami atau temen kemana-mana jadi bikin aku mulai bergantung. Pergi jauh sendirian berasa aneh. Padahal bisa jadi itu satu hal yang aku kangenin.
Dan kemarin pas libur kerja, aku cobain! Destinasi incaranku tuh beberapa cafe baru di Surabaya yang udah pengen banget aku samperin.
Naik Commuter Line dari Sidoarjo ke Surabaya

Kali ini aku pengen memanfaatkan mode transportasi umum yang deket rumahku untuk Cafe Hopping di Surabaya, alias nggak pengen bawa mobil sendiri.
Jadi heran sama diri sendiri, kenapa coba udah lebih dari 3 tahun tinggal di rumah sekarang yang notabene nggak sampai 10 menit dari stasiun, tapi nggak pernah memanfaatkan kereta buat ke Surabaya kalau pengen main.
Padahal jauh lebih hemat pakai kereta karena cuma bayar tiket Rp10.000 udah sampai Surabaya dan kereta sekarang juga udah nyaman-nyaman kok.
Secara jarak tempuh juga sama kayak kalau naik mobil, hampir 1 jam kalau dari Krian ke Stasiun Gubeng.
Berangkat dari rumah setengah 6 pagi. Stasiun Krian ternyata sepi banget! Paling cuma sekitar 6 orang yang mau naik commuter line bareng sama aku dari stasiun ini.

Tapi justru malah enak sepi sih, hihi. Kayak tenang banget ini stasiun, cantik gitu pagi pagi apalagi kalau dilihat dari jembatan penyeberangannya itu. Mau foto-foto pun nggak perlu malu karena nggak ada banyak orang yang lihatin. hehe
Cafe Hopping di Surabaya Pusat Start For Here!!

Sampai di stasiun gubeng jam 7 pagi. Belum ada rencana sebenarnya mau memulai cafe hopping di Surabaya ini dari mana karena cafe utama yang mau ku tuju tuh masih bukanya jam 9 pagi.
Duduk sebentar di depan loket stasiun Gubeng Lama. Buka google maps, searching “cafe terdekat” muncul-lah rekomendasi cafe pertama ini.
1. Kopi Nako Daur Baur Surabaya
Yaps, Kopi Nako Daur Baur Surabaya muncul di rekomendasi google maps untuk pencarian cafe terdekat dari Stasiun Gubeng Lama. Dan perjalanan cafe hopping di Surabaya ini pun dimulai.
Karena aku udah pernah ke Kopi Nako yang di Jogja, aku penasaran juga pengen datengin Kopi Nako Surabaya yang secara look-nya agak beda ya aku rasa sama yang di Jogja.
Kalau Kopi Nako Jogja identik dengan warna merah batanya, tapi Kopi Nako Surabaya ini identik dengan warna biru mudanya.

Tanpa mikir panjang, aku langsung order ojek online untuk ke Kopi Nako Daur Baur Surabaya ini dengan biaya super murah yaitu Rop6.500,- (busetttt dahhh murah pol)
Sesampainya di Kopi Nako, masih sepi banget, ya maklum masih jam 7 sayyyyy!
Tapi justru aku jadi punya banyak kesempatan buat foto-foto tanpa banyak noise.
Secara konsep menurutku mirip banget sama Kopi Nako Rumah Shangrai Jogja dengan banyak seating di outdoor dan semi outdoor (meski tetap ada sedikit area indoor).
Karena masih pagi banget, aku pesen es coklat aja sama pisang goreng coklat di sini. Pikirku, mau makan nasi di cafe kedua aja deh pas udah agak siangan kan.
2 jam di Kopi Nako, me time, chill, nyantai, buka tablet liat kerjaan online, liatin lalu lintas pagi di Surabaya kota, rasanya cukup healing. Lanjutlah siap-siap otw ke cafe ke dua
2. Volks Surabaya
Volks Coffee Surabaya sebenernya adalah alasan aku pengen ke Surabaya kali ini meski sendiri. Cafe ini emang baru re-opening karena pindah dari tempat lama ke tempat baru di Jalan Jambi.
Melihat seliweran di instagram bikin aku penasaran, padahal sebelumnya aku bukan tipe yang gampang fomo atau ngikutin yang viral-viral.

But, worth it dah masukin Volks Coffee ini ke daftar cafe hopping di Surabaya kali ini. Tempatnya estetik parah. Hampir di semua sudut. Dari depan dan begitu masuk lorong samping, CANTIK!
Begitu masuk indoornya, feel so warm banget dengan view cafe bar yang super hangat. Beruntung aku datang jam 9 pagi (baru buka) jadi masih dapat tempat duduk meski sendirian.
Sadly, karena baru buka di lokasi baru, jadi belum ada menu nasi (padahal tadi belum sarapan nasi di Kopi Nako)
Untungnya, cake gluten free yang aku pesen tuh UENAK! Chicken sitesnya juga lembut banget. Kopi Arennya no comment deh, cucokkkk di aku!
Puas duduk lama dan nikmatin kopi di Volks Coffee, jam 12 siang aku cabut buat melanjutkan agenda cafe hopping di Surabaya ini.
3. Common Grounds
Ini adalah destinasi terakhir cafe hopping di Surabaya kali ini. Tertarik ke Common Grounds karena liat di instagram banyak yang kasih tunjuk cakepnya cafe ini dari depan,
But i’m wrong. Dibanding cafe, lebih tepat bilang ini cafe & resto sih. My bad nggak nyari tahu lebih.

Buat yang sendirian ke Common Ground ini akan kurang nyaman karena seating plan mereka hampir nggak ada untuk single customer, bahkan berdua-pun susah.
Konsepnya lebih ke resto yang memang diperuntukan untuk orang ramean gitu lah maybe untuk 3 orang lebih.
Aku hampir ditolak hingga akhirnya harus duduk di smoking area yang tentu kurang nyaman. Tapi karena kereta balik ku masih jam setengah 4 sore, ok lah aku “iyain aja” di smoking area toh nggak akan sampai 2 jam aku di sini.
Untuk menu harganya memang lebih pricey ketimbang 2 tempat sebelumnya, sesuai dan wajar dengan konsep cafe restonya sih.
Mana yang Terbaik dari 3 Daftar
One Fine Day, Cafe Hopping Sendirian Ternyata Seru!!

Cafe Hopping di Surabaya ternyata seru. Meski dari Sidoarjo, jaraknya nggak terlalu jauh, masih aman lah buat pergi sendiri meski pake transportasi umum.
Bisa menyendiri, nikmatin waktu sendiri di cozy cafe tuh emang bisa buat healing buatku. Play musik favorit di spotify, pasang earphone, atau dengerin musik di cafe yang syahdu, cukup buat refreshing saat lagi capek.
Balik ke Sidoarjo Pakai Commuter Line Lagi
Puas berkelana cafe hopping di Surabaya hari ini, aku balik pulang ke rumah naik Commuter Line lagi via Stasiun Gubeng. Kali ini nggak turun di stasiun Krian tapi di Stasiun Sidoarjo karena mau sekalian keluar di daerah tengah kota.
Sampai stasiun Sidoarjo, udah dijemput sama suami yang lagi pengen makan Bebek Item Mas Adi yang enak itu, wkwkkw.
Yasudah, terimakasih ya yang udah baca sampai akhir, sampai jumpa di Cafe Hopping edisi berikutnya gaes!!















