HomeMenikmati Steak Daging Wagyu, Ketahui Dulu Tingkat Kematangan yang Pas

Menikmati Steak Daging Wagyu, Ketahui Dulu Tingkat Kematangan yang Pas

Menikmati Steak Daging Wagyu, Ketahui Dulu Tingkat Kematangan yang Pas

Steak memang bukan makanan asli Indonesia. Namun selama beberapa tahun belakangan ini, popularitas steak di tanah air mulai menyebar. Tidak hanya jadi menu mahal di restoran mewah, steak juga banyak dimodifikasi jadi menu harga kaki lima dengan rasa yang tetap enak. Tentunya dengan pilihan berbagai jenis daging steak, salah satunya daging wagyu.

Di balik minat masyarakat Indonesia yang semakin tinggi terhadap steak, ternyata masih banyak orang yang kebingungan saat akan memesan menu tersebut di tempat makan. Masih banyak dari kita yang tidak bisa menjawab saat mendapat pertanyaan “mau potongan daging apa?” atau “mau tingkat kematangan yang mana?”.

Pertanyaan-pertanyaan yang demikian muncul karena memang steak tidak dibuat dari sembarang daging sapi, melainkan dari beberapa bagian tubuh sapi tertentu. Steak juga tidak dimasak asal matang, tapi ada beberapa tingkat kematangan yang memengaruhi tekstur daging dan rasa saat disajikan.

Mengenal Jenis Daging Steak yang Populer

Menikmati Steak Daging Wagyu, Ketahui Dulu Tingkat Kematangan yang Pas

Meskipun berasal dari satu ekor yang sama, daging sapi memiliki tekstur, kandungan lemak, dan rasa yang berbeda pada setiap bagiannya. Khusus untuk steak, ada beberapa jenis potongan daging yang populer digunakan. Berikut ini adalah beberapa jenis daging steak yang banyak disukai.

1. Wagyu

Jika berbicara tentang kasta tertinggi dalam dunia steak, wagyu adalah jawabannya. Berasal dari Jepang atau sering disebut juga sapi Jepang, wagyu merujuk pada ras sapi tertentu yang dipelihara dengan metode yang sangat ketat dan penuh perhatian. Sapi-sapi ini diberi pakan berkualitas tinggi dan dirawat di lingkungan yang bebas stres.

Karena dirawat dengan cara yang istimewa, sapi Jepang tersebut dapat menghasilkan daging terbaik secara konsisten. Keistimewaan utama daging wagyu terletak pada marbling, guratan-guratan lemak putih halus yang tersebar merata di antara serat daging sehingga tampak serupa corak marmer.

Berbeda dengan lemak biasa, lemak marbling pada wagyu memiliki titik leleh yang rendah. Saat menyentuh lidah, lemak ini meleleh dan memberikan sensasi tekstur yang sangat lembut. Karena proses peternakan yang rumit, kuota yang terbatas, serta kualitas rasa yang tak tertandingi, tidak heran jika steak wagyu dibanderol dengan harga yang lebih mahal.

2. Tenderloin

Tenderloin merupakan daging bagian tengah badan sapi, kerap juga disebut daging has dalam. Sama seperti daging wagyu yang berasal dari Jepang, ternderloin juga umum dijumpai pada sapi impor. Potongannya cenderung tebal, namun teksturnya sangat empuk. Ketika dipanggang dengan tingkat kematangan medium, dagingnya akan terasa sangat juicy.

3. Sirloin

Kalau tenderloin berada di tengah, sirloin berasal dari punggung sapi atau biasa disebut daging has luar. Teksturnya lebih alot dan padat dibandingkan tenderloin, karena otot daging sirloin lebih banyak digunakan untuk bergerak. Adanya lemak di pinggiran daging membuat cita rasa steak dari sirloin jauh lebih enak.

4. Rib Eye

Rib eye atau daging iga sapi adalah jenis daging steak yang memiliki tekstur empuk hampir sempurna. Tak heran jika steak berbahan rib eye selalu jadi rekomendasi, sama seperti steak daging wagyu. Bahkan di warung steak kaki lima, menu rib eye juga banyak tersedia. Ada yang menggunakan potongan tipis, ada juga yang memotongnya lebih tebal.

Memahami Tingkat Kematangan Steak

Memilih tingkat kematangan adalah kunci utama penentu kelezatan steak. Setiap jenis daging steak yang memiliki karakteristik masing-masing perlu dimasak dengan metode khusus agar bisa mengeluarkan cita rasa terbaiknya. Suhu dan durasi pemanggangan akan memengaruhi struktur protein dan kelembapan dalam daging. Inilah jenis tingkat kematangan steak:

1. Rare

Steak dengan tingkat kematangan rare dapat dikenali dari dominasi warna merah terang di bagian tengah daging. Sisi-sisinya berwarna kecoklatan dan sedikit gosong di bagian luar. Untuk mendapatkan tingkat kematangan steak ini, daging dipanggang dengan suhu 45-55 derajat Celcius selama 5 menit dan sisi satunya selama 3 menit.

2. Medium Rare

Pada tingkat kematangan medium rare, daging steak berwarna merah muda di bagian tengah dan sedikit berwarna merah cerah. Tekstur daging lembut dan cairan berwarna merah pada steak akan keluar saat dipotong. Kedua sisi daging dimasak selama masing-masing 5 dan 4 menit dengan suhu 55-57 derajat Celcius.

3. Medium

Daging steak termasuk daging wagyu yang dimasak dengan tingkat kematangan medium terlihat berwarna merah muda terang pada bagian tengah, tapi bagian sisi berwarna coklat dengan sisi atas dan bawahnya berwarna coklat pekat. Untuk mendapatkan tekstur ini, daging dipanggang dengan suhu 60-66 derajat Celcius selama 6 menit dan 4 menit untuk sisi satunya.

4. Medium Well

Steak yang medium well berwarna sedikit merah muda, sedangkan bagian lainnya berwarna kecoklatan hingga coklat tua. Tekstur steak ini hampir matang, tapi bagian tengahnya masih terasa lembut. Tingkat kematangan ini diperoleh dengan memanggang daging selama 7 menit dan 6 menit pada kedua sisi saling bergantian dengan suhu sekitar 68-74 derajat Celcius.

5. Well Done

Jika disebut steak dengan tingkat kematangan well done, artinya steak tersebut matang sempurna. Akan terlihat warna kecoklatan pada seluruh bagian dengan tekstur yang padat. Untuk mendapatkan kematangan sempurna ini, daging dipanggang selama 10-12 menit pada suhu 74 derajat Celcius atau lebih.

Itulah jenis-jenis tingkat kematangan pada steak. Jika Anda memesan steak dari tenderloin atau daging wagyu, sangat disarankan untuk memilih tingkat kematangan medium rare atau medium. Karena kedua jenis daging steak sudah empuk dan punya lemak yang bagus. Memasaknya sampai matang (well done) justru menghilangkan tekstur lembutnya.

Sebaliknya, jika memilih sirloin, mintalah tingkat kematangan medium. Dipanggang dengan kematangan medium akan membuat lapisan lemak luarnya terasa lebih renyah dan gurih saat dikunyah. Sedangkan daging rib eye sebaiknya dimasak medium rare atau medium untuk melelehkan serat lemaknya dengan sempurna.

Tips Memilih Restoran Steak Berkualitas

Mendapatkan pengalaman makan steak daging wagyu yang memuaskan tidak hanya soal memilih tingkat kematangan, tapi juga mempertimbangkan reputasi restorannya. Pastikan Anda datang ke restoran steak yang menggunakan bahan daging berkualitas, memiliki sistem penyimpanan daging yang baik, serta memiliki koki yang berpengalaman dan profesional.

Jika Anda ingin menikmati steak tanpa ragu tentang kualitas daging atau tingkat kematangannya, maka destinasi yang harus Anda datangi adalah Steak Hotel by Holycow, pelopor restoran steak premium dengan harga yang dijamin tidak akan menguras kantong.

Didirikan oleh Wynda Mardio, Holycow yang asli ini berkomitmen menghadirkan kelezatan steak daging wagyu dan pilihan daging lain, yang dulunya hanya bisa dinikmati di hotel bintang lima. Sekarang siapapun pecinta kuliner termasuk Anda dan keluarga bisa datang ke restoran ini untuk merasakan pengalaman makan steak dengan rasa yang konsisten.

Jangan menunda terlalu lama, segera tentukan jenis daging steak favorit Anda dan keluarga, pilih tingkat kematangan sesuai selera, dan rasakan kehangatan itu di Steak Hotel by Holycow.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like