Buat kalian yang mau ke Tulungagung, dan butuh Itinerary Tulungagung biar liburan kalian lebih efektif dan menyenangkan, kalian bisa baca artikel ini sampai akhir ya.
Aku akan share Itinerary Tulungagung selama 3 hari 2 malam based on pengalamanku dan suami ke sana beberapa bulan lalu saat long weekend ya.
OTW dari Sidoarjo via Toll

Kami berangkat dari rumah kami di Wonoayu Sidoarjo dan menuju ke Kediri dulu via tol. Kami masuk dari tol Krian karena lebih dekat dari rumah kami dibanding kalau lewat tol Sidoarjo.
Sengaja kami berangkat subuh jam 4an pagi dari rumah biar sampai Tulungagung udah terang dan perjalanan otw ke pantai sebagai destinasi utama kami tuh nggak dalam kondisi langit gelap.
Sampai Kediri kota sekitar jam 6 lebih dikit, kami istirahat dan merem di mobil di pom bensin setempat sebentar aja buat ngilangin capek dan melanjutkan perjalaan ke Tulungagung.
Terasa badan lumayan bugar untuk melanjutkan perjalanan, kami langsung bergegas otw ke Tulungagung kota.
Itinerary Tulungagung 3 Hari 2 Malam

Sampai di Tulungagung kota sekitar jam 7 lebih atau perjalanan sekitar 1 jam dari Kediri Kota.
Dan perjalanan traveling di Tulungagung kami di mulai dari sini. Berikut itinerary Tulungagung lengkap yang seru a la kami:
Itinerary Tulungagung Day-1
Hari pertama aja udah bisa dapat pengalaman baru sebanyak ini di Tulungagung. Mulai dari kulineran sampai ke lokasi wisata yang merupakan destinasi utama kami. Ini dia detailnya:
#1. Sarapan Nasi Lodho Bu Yati

Sampai di Tulungagung kota, yang kami incar pertama kali tentu nasi Lodho nya. Pas banget karena sampai pagi jam 6, kami langsung hunting sarapan.
Suami udah cari-cari rekomendasi dan jatuhlah pilihan kami di Warung Nasi Lodho Bu Yati.
FYI, nasi lodho tuh kuliner tradisional khas Jawa Timur, terutama Tulungagung dan Trenggalek.
Nasi Lodho berisi olahan daging ayam kampung yang dibakar (atau diasap), kemudian dimasak kembali dengan kuah santan kaya rempah yang gurih dan pedas, disajikan bersama nasi hangat.
Warung Nasi Lodho Bu Yati terlihat sederhana, nggak besar, tapi rasanya luar biasa, enak banget!!! Suami sampai habis 2 porsi.
Ayamnya beneran pakai ayam kampung dan kami pilih ayam nya disuwir (ada juga sayap ayam untuk opsi lain)
#2. Otw JLS (Jalur Lintas Selatan)

Kenyang makan Nasi Lodho Bu Yati yang enak itu, kami langsung meluncur menuju JLS (Jalur Lintas Selatan) untuk destinasi pantai.
Yang lucu, sebenernya suami udah punya rute yang bener kalau ngikutin rekomendasi Tiktok, eh tapi malah akhirnya kami ngikutin google maps yang berujung kami salah jalan.
Nggak salah juga sih, cuma kurang tepat. Karena bener jalan yang direkomendasikan google maps yaitu lewat Kalidawir tuh jarak tempuhnya lebih pendek, karena motong hutan. Tapi kondisi jalannya bener-bener rusak dan seremmmmm.
So, better kamu lewat Pucang Laban atau arahin google maps ke Pantai Molang ya.
Dan setelah perjalanan yang cukup tegang, akhirnya ketemu juga kami sama JLS (Jalur Lintas Selatan) Tulungagung ini.
Serius, JLS Tulungagung emang another level of Jalur Lintas Selatan sih. Di sepanjang JLS Jogja sampai Kebumen yang kami lewati tiap pulang kampung viewnya nggak secakep ini karena memang geografis alamnya yang beda.
Aku sama suami sampai takjub dan berucap masyaalloh terus saking indahnya pemandangan di hadapan kami.
#3. Pantai Pacar

Tak jauh dari JLS, kita lansung menuju ke itinerary Tulungagung selanjutnya yaitu pantai Pacar. Lucu ya namanya, kenapa juga dinamain “Pacar” ya. Haha
Kami sampai pantai pacar kan masih pagi tuh sekitar jam 8-an kurang, Ternyata yang bikin kaget, pas air laut agak pasang, tepian ombaknya jadi deket banget sama tebing di tebingnya.
Ini agak ngeri ya karena kalau pas ombaknya besar, ombaknya bisa nabrak tebingnya dengan keras. Pasir pantainya bisa benar-benar sampai ketutup air laut.
Pantas aja pas kami datang, nggak ada anak kecil yang main air laut di tepian pantai.
Aku dan suami-pun enggak mau turun ke pasirnya karena liatnya aja ngilu.
Kemarin hanya ada sekelompok remaja yang berani main di sana.
Selebihnya kami foto-foto dari atas dengan view lautan secantik ini.
Oiya, di sini juga bisa camping (bermalam) dan ada banyak warung untuk makan dan istirahat ya.
#4. Prapatan Mekah
Aku baru tau kalau jalan yang kami lewati di JLS Tulungagung ini dijuluki “Prapatan Mekkah” atau Perempatan Mekkah.
Karena menurut kami viewnya bagus, kami turun dari mobil dan foto-foto di sini.\Setelah aku cari tahu, ternyata istilah unik ini populer di kalangan warga lokal untuk menyebut sebuah persimpangan di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS).
Nama ini muncul karena area persimpangan tersebut dikelilingi oleh pemandangan perbukitan batu kapur yang gersang dan eksotis, sangat mirip dengan bentang alam di tanah suci Mekkah. Lokasinya dekat Pantai Kedung Tumpang Tulungagung. Cantik kan??
#5. GP Cafe & Resto (makan siang)

Habis dari Pantai Pacar kami udah mulai lapar karena udah masuk jam makan siang. Nelusurin JLS Tulungagung ternyata nemuin GP Cafe & Resto yang lokasinya tepat di pinggir jalan.
Langsung lah kami mampir tanpa reservasi tentunya. Dan ternyata udah banyak banget spot nyaman yang udah dibooking di cafe ini. Buset dah ini orang-orang kapan mesennya.
Untungnya karena tempat duduknya ada banyak, kami masih kebagian duduk di semacam gazebo yang viewnya dari sini juga nggak kalah cakep.
Di sini jual aneka macam seafood segar loh. Dan kami langsung pesen ikan kerapu bakar, udang asam manis, nasi, snack dan juga minuman yang seger karena Tulungagung serius panas banget.
Overall semua makanannya enak!!
#6. Pantai Sine

Pantai sine adalah itinerary Tulungagung yang ditunggu-tunggu banget sama suamiku.
Dia pengen banget cobain naik kapal keliling laut dan goa Selo Pawon yang viral ini.
Kami pesen kapal jauh-jauh hari di Bajol Segoro Trip dan ambil paket yang private tour 1,5 jam untuk rute yang paling panjang dengan biaya 450rb.
Happy!! Tapi agak syokkkk karena ombaknya pas sore jam 3 itu gede gede banget ya Alloh. Udah mau minta balik aja pas udah lewat goa Selo Pawon karena agak ngeri.
Tapi orang guide kapalnya bilang ini masih aman kok mbak, kesana dikit nanti bagus viewnya. Dan kami akhirnya pun manut. Wwkwkw. Alhamdulillah selamat semua sampai kembali ke darat.
#7. Rose Three Cafe

Di pantai Sine kurang nyaman buat mandi atau bebersih karena meski banyak kamar mandi, tapi airnya masih payau, jadi buat mandi di badan tuh nggak bersih.
Akhirnya kami mandi cari warkop yang juga tersedia kamar mandi di pinggir jalan yang lokasinya agak naik kalau dari pantai Sine.
Alhamdulillah airnya nggak payau jadi nyaman buat bebersih. Habis mandi, kami ke Cafe Rose Three yang lokasinya bersebelahan dengan Gp Cafe & Resto yang kami datangin kemarin.
Kita pesen kopi, ayam geprek, kentang goreng dan pisang goreng coklat. Cafe Rose Three lebih konsepnya lebih santai dan lebih terasa tropical vibesnya. Semua makanannya enak juga dan harganya masih terjangkau. Like it!
#8. Pantai Cemoro Sewu

Pantai Cemoro Sewu sebenarnya tepat di sebelah pantai Sine, bahkan tak pantai ini dimanakan Pantai Cemoro Sewu Sine karena kayaknya memang satu kesatuan .
Kalau kita mau jalan kaki, dari pantai Sine pun bisa tuh sampai ke Pantai Cemoro Sewu. Cuman kalau dirasa jauh ya bisa keluar pantai Sine dan masuk ke area pantai Cemoro Sewu dengan biaya masuk yang berbeda.
Masuk ke pantai hanya sekitar Rp10.000 aja (kalau belum berubah). Bener-bener terjangkau.
Di pantai Cemoro Sewu kami bermalam tidur di mobil. Meski kami bawa tenda buat camping, tapi kami terlalu capek dan mager buka tenda karena kami sampai pantai ini udah gelap/malam jam 8 lebih.
Tapi di Pantai Cemoro Sewu banyak banget kok yang camping jadi nggak serem sama sekali. Banyak temen dan banyak warung juga.
Di pantai ini kita bisa dapat view sunrise yang cakep banget meski tertutup bukit. AMAZING!!!
Itinerary Tulungagung Day-2
Lanjutkan itinerary Tulungagung di hari kedua, kami mulai dari meninggalkan Cemoro Sewu sekaligus meninggalkan JLS (Jalur Lintas Selatan). Dan ini dia detailnya!
#1. Jembatan JLS (Take Photo)
#2. Pantai Dlodo

#3. OTW Tulungagung Kota

#4. Sate Kambing Pak Kuwat

#5. Hotel Azana

#6. Monograph Cafe
Itinerary Tulungagung Day-3
#1. Check-out from Hotel
#2. Nasi Lodho Bu Sri

#2. Waduk Wonorejo
















